Rechercher dans ce blog

Tuesday, May 1, 2018

KSPI Sebut Rizal Ramli Cocok Jadi Pendamping Prabowo Subianto Dalam Pilpres 2019

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Brian Priambudi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hari Buruh Internasional dimanfaatkan serikat buruh untuk menentukan sikap politiknya menjelang Pemilihan Presiden 2019.

Sikap politik tersebut terbentuk dengan kontrak politik untuk mendukung Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto untuk menjadi Calon Presiden.

Baca: Said Iqbal: Bila Prabowo Jadi Presiden, Menteri Tenaga Kerja Harus Berasal Dari Serikat Buruh

Prabowo Subianto sendiri belum menentukan pendampinya untuk bertarung dalam ajang pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pun memberikan saran untuk calon pendamping Prabowo.

"Kami ingin memberikan masukkan tapi KSPI ini kan bukan partai politik," ujar Presiden KSPI, Said Iqbal saat diwawancarai awak media usai penandatanganan kontrak politik dengan Prabowo Subianto di Istora Senayan, Selasa (1/5/2018).

Baca: Ini Sepuluh Poin Kontrak Politik Prabowo Dengan Serikat Buruh

Menurut Said jika disetujui Prabowo dan Partai Politiknya, Rizal Ramli menurutnya bisa menjadi sosok yang tepat sebagai calon wakil presiden Prabowo Subianto.

"Rizal Ramli salah satu sosok yang tepat, karena kami membutuhkan seorang ekonom yang lebih maju, progresif, dan tidak konservatif," tambah Said.

Baca: Cerita Sang Sahabat Sebelum Mahesa Meninggal: Terpisah Akibat Terdorong Kerumunan Massa di Monas

Usai melakukan kontrak politik dengan Prabowo, Said meyakini akan bekerja keras mengusahakan 5-10 juta suara buruh memenangkan Prabowo.

Menurutnya momentum may day 2018 ini adalah saat yang tepat bagi serikat buruh untuk menentukan sikap politiknya.

Let's block ads! (Why?)

http://www.tribunnews.com/nasional/2018/05/01/kspi-sebut-rizal-ramli-cocok-jadi-pendamping-prabowo-subianto-dalam-pilpres-2019

Potret Hari Buruh Internasional di Penjuru Dunia

TRIBUNNEWS.COM, JENEWA - Pekerja dan aktivis memperingati Hari Buruh internasional atau May Day pada Selasa (1/5/2018) dengan aksi unjuk rasa menuntut pemerintahan mereka bersikap atas sejumlah masalah tenaga kerja di negara mereka masing-masing.

Hari buruh internasional menjadi hari libur umum di banyak negara, meskipun kegiatan dibatasi di beberapa tempat.

Berikut peringatan May Day di seluruh dunia:

1. Rusia

Lebih dari 100.000 pekerja dan aktivis bergerak ke jalan-jalan di Moskow dalam tradisi parade May Day. Federasi Persatuan Dagang Moskow mengatakan sekitar 120.000 orang berkumpul dari Red Square di jalan-jalan utama ibukota Rusia untuk memperingati May Day.

Selama beberapa tahun terakhir, parade menjadi pertunjukan kekuatan buruh dan aktivis yang sangat diatur oleh pemerintah Rusia.

Namun, di kota terbesar kedua St. Petersburg, Rusia, warga Rusia tidak setuju dengan rencana Kremlin untuk membatasi kebebasan internet. Untuk itu pula mereka bergabung melakukan demonstrasi di May Day.

Beberapa ratus orang juga terlihat menerjang cuaca hujan dan berbaris di St Petersburg untuk memprotes pemerintah memblokir aplikasi pesan Telegram.

Sekitar 10.000 orang turut berdemonstrasi di Moskow untuk memprotes pemblokiran Telegram.

2. Turki

Let's block ads! (Why?)

http://www.tribunnews.com/nasional/2018/05/01/potret-hari-buruh-internasional-di-penjuru-dunia

Peringatan Hari Buruh Usai, Spanduk di Kawasan Istora Senayan Dibersihkan

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar KSPI (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia) di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/5/2018) selesai sekitar pukul 16.00 WIB.

Acara tersebut diakhiri dengan penampilan band Cokelat selama kurang lebih satu jam hingga pukul 17.00 WIB.

Baca: 2.000 Personel Satpol PP Dikerahkan Tertibkan PKL Mulai Dari Tugu Tani Hingga Istora Senayan

Sementara acara utama yaitu dukungan Presiden KSPI Said Iqbal dan deklarasi capres Prabowo Subianto sudah selesai pada pukul 16.00 WIB.

Menurut pantauan Tribunnews.com, usai acara utama selesai digelar berbagai spanduk yang dipasang di sekitar Gedung Istora Senayan sudah dicopot.

Baca: Prabowo Subianto: Jangan Benci Orang Asing

Spanduk itu antara lain bertuliskan tuntutan kepada pemerintah seperti “Menyediakan Trasportasi Publik Murah dan Gratis Bagi Buruh dan Rakyat Tidak Mampu”.

"Memastikan Bumi, Air, dan Kekayaan Alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat,” bunyi tulisan dalam spanduk lain yang juga dicopot.

Baca: Padagang Di Lokasi Aksi May Day Mulai Ditertibkan

Setelah tokoh-tokoh seperti Prabowo Subianto dan Said Iqbal meninggalkan lokasi, para buruh yang menyaksikan deklarasi juga berduyun-duyun meninggalkan lokasi secara tertib.

Kebersihan lokasi Istora Senayan juga terlihat dijaga secara baik selama acara berlangsung.

Beberapa mobil komando milik masing-masing organisasi serikat buruh juga secara bertahap meninggalkan Istora Senayan.

Let's block ads! (Why?)

http://www.tribunnews.com/nasional/2018/05/01/peringatan-hari-buruh-usai-spanduk-di-kawasan-istora-senayan-dibersihkan

Prabowo Subianto: Jangan Benci Orang Asing

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menegaskan massa buruh untuk tidak membenci orang asing.

Pernyataan Prabowo tersebut diungkapkan dalam sambutannya di depan ribuan buruh dari sejumlah elemen yang mendukung dirinya maju dalam Pilpres 2019 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Senin (1/5/2018).

Baca: May Day Berlangsung Kondusif, Menteri Hanif: Ini Prestasi Buruh

"Kita jangan benci orang asing. Jangan dengan kebencian kita, jangan benci orang asing," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, para buruh harus belajar dari kemampuan orang asing.

Meski begitu, dirinya meminta pemerintah untuk pro kepada kepentingan rakyat sendiri.

Baca: Kepala Satpol PP DKI Tegaskan Tak Ada Anak Buahnya Ikut Aksi May Day

"Kita belajar dari mereka. Tapi kita juga harus tegas, kita harus tegas pada elit kita sendiri. Pemimpin Indonesia harus setia pada kepentingan rakyat Indonesia," tegas Prabowo.

Pernyataan Prabowo tersebut diungkapkan di tengah isu tentang maraknya tenaga kerja asing di dalam negeri.

Baca: 2.000 Tenaga Kerja Asing Bekerja di Batam, Ini Pekerjaan yang Mereka Pegang

Seperti diketahui, Gerindra mengusulkan dibentuknya Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Tenaga Kerja Asing (TKA) terkait Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang TKA.

Perpres ini dianggap dapat membuka keran masuknya pekerja kasar dari luar negeri. Usulan Pansus ini baru ditandatangani oleh 6 orang.

Mereka semua berasal dari Fraksi Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera.

Let's block ads! (Why?)

http://www.tribunnews.com/nasional/2018/05/01/prabowo-subianto-jangan-benci-orang-asing

PSI: Ibu dan Anak Diintimidasi, Gerakan #2019GantiPresiden Membuka Peluang Teror

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bidang Digital, Daniel Tumiwa, mengatakan bahwa pelecehan terhadap seorang ibu dan anak dalam acara Car Free Day (CFD) oleh kelompok #2019GantiPresiden merupakan bentuk teror terhadap mereka yang berbeda pilihan politik.

“PSI dengan tegas menyatakan bahwa kaos dan gerakan #2019GantiPresiden adalah gerakan yang membuka peluang lebar untuk tindakan teror,” kata Daniel Tumiwa dalam keterangan tertulis, Selasa (1/5/2018).

Menurut Daniel, PSI hadir untuk semangat anti intoleransi.

“Tindakan #2019GantiPresiden adalah tindakan yang persis menggambarkan mengapa PSI hadir, untuk tidak membiarkan tindakan intoleransi yang ditunjukkan dengan tindakan teror,” kata Daniel Tumiwa.

Itu sebabnya, kata Daniel, PSI mengajak seluruh warga untuk mengumandangkan semangat #KitaTidakTakut yang sempat populer saat terjadinya ledakan bom di Sarinah beberapa waktu lalu.

Dalam video yang beredar ibu yang memakai kaos #DiaSibukKerja itu diintimidasi oleh segerombolan pengguna kaos #2019GantiPresiden. Sang anak terlihat ketakutan dan menangis. Sang ibu lalu mengatakan kepada anaknya bahwa mereka tidak takut.

"Kita enggak takut nak, kita benar, kita gak akan pernah takut.”

Daniel mengingatkan, saat ledakan bom Mega Kuningan terjadi pada 2009, generasi muda Indonesia yang menolak intimidasi dan teror, memprakarsai lahirnya Amanat Bersama #IndonesiaUnite.

Amanat tersebut disusun bersama-sama melalui proses Wiki yang berjalan di halaman web IndonesiaUnite selama sepekan. Lebih dari 2000 orang terlibat merumuskannya secara online.

“Salah satu poinnya adalah generasi baru Indoensia menolak hidup dan tumbuh dengan rasa takut, memilih menjadi pemberani,” kata Daniel Tumiwa.

Let's block ads! (Why?)

http://www.tribunnews.com/nasional/2018/05/01/psi-ibu-dan-anak-diintimidasi-gerakan-2019gantipresiden-membuka-peluang-teror

Kehadiran Prabowo Disambut Lagu Halo-halo Bandung

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Amriyono Prakoso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto terlihat hadir dalam puncak peringatan Hari Buruh di Istora Senayan Jakarta, Selasa (1/5/2018).

Mengenakan kemeja safari berwarna coklat muda, Prabowo ditemani dengan beberapa pengawal duduk di kursi VIP bersama Presiden KSPI, Said Iqbal dan pimpinan buruh lainnya.

Baca: Viral, Sebelum Buang Kartu Perdana Kuota Internet UNREG Dahulu Agar Bisa Registrasi Lagi

Setibanya di Istora, ribuan buruh yang memenuhi seluruh tempat duduk, seketika teriak riuh dan mengabadikan momen itu, seraya bernyanyi lagu Halo-halo Bandung.

"Sekarang sudah menjadi lautan api, mari bung rebut kembali!" pekik para buruh.

Diketahui sebelumnya, Presiden KSPI, Said Iqbal telah menegaskan bahwa Prabowo Subianto dengan Rizal Ramli menjadi pasangan capres-cawapres yang didukung oleh buruh.

Pasangan itu, nantinya akan menandatangani kontrak politik yang berisi sepuluh poin. Dua diantaranya adalah mencabut PP 20/2018 serta menolak PP 78/2015 tentang pengupahan.

Let's block ads! (Why?)

http://www.tribunnews.com/nasional/2018/05/01/kehadiran-prabowo-disambut-lagu-halo-halo-bandung

Namanya Diungkit Mahfud di Kasus Persekusi CFD, Fahri Hamzah Sebut Ada Persoalan yang Lebih Penting

TribunWow.com/Dian Naren

TRIBUNNEWS.COM - Terdapat kasus persekusi yang menyita perhatian banyak pihak terkait dugaan intimidasi oleh sekelompok pria terhadap seorang ibu dan anaknya di Car Free Day (CFD), Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (29/4/2018).

Wanita yang diketahui bernama Susi Ferawati dan anaknya yang mengenakan kaos dengan tulisan #DiaSibukKerja dikerumuni oleh beberapa orang pria yang tampak mengibaskan uang di depan wajahnya.

Rupanya kejadian ini mendapat tanggapan dari Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD.

Mahfud MD menyoroti banyaknya pihak yang membandingkan kasus persekusi yang menimpa Susi Ferawati dengan Fahri Hamzah.

Menurut Mahfud MD, Fahri Hamzah tidak pernah dipersekusi, dan justru cenderung mempersekusi.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Let's block ads! (Why?)

http://www.tribunnews.com/nasional/2018/05/01/namanya-diungkit-mahfud-di-kasus-persekusi-cfd-fahri-hamzah-sebut-ada-persoalan-yang-lebih-penting

Search

Featured Post

Côte-Saint-Luc first responders fundraise for colleague on life support in Barbados - CBC.ca

nnnindonesia.blogspot.com First responders in Côte-Saint-Luc are worried and heartbroken after their colleague, volunteer Clifford Jordan, ...

Postingan Populer